Home / La Liga News / Barcelona Gagal Manfaatkan Celah Lini Tengah Dari Madrid
barcelona

Barcelona Gagal Manfaatkan Celah Lini Tengah Dari Madrid

El Clasico pertama musim 2016/2017 antara Barcelona dan Real Madrid berakhir antiklimaks. Kedua kesebelasan berbagi angka satu poin setelah bermain imbang 1-1. Gol Sergio Ramos pada menit ke-90 menyelamatkan Madrid dari kekalahan karena Barca unggul lebih dulu lewat gol Luis Suarez pada menit ke-53.

Akan tetapi, secara keseluruhan laga ini sebenarnya bisa dibilang kurang menarik. Gol baru terjadi pada babak kedua. Selain itu kedua gol juga diciptakan dari skema bola mati, atau lebih tepatnya eksekusi tendangan bebas yang disambut sundulan.

Barcelona dan Real Madrid memang cukup kesulitan menciptakan peluang pada laga ini, khususnya pada babak pertama. Namun pada babak kedua menjadi lebih menarik setelah kedua pelatih, Luis Enrique dan Zinedine Zidane melakukan perubahan.

Sementara itu Real Madrid yang harus bermain tanpa Gareth Bale karena cedera mengisinya dengan Lucas Vazquez. Casemiro yang sudah pulih dari cedera pun baru bermain pada pertengahan babak kedua. Lini tengah dihuni oleh Mateo Kovacic, Luka Modric, dan Isco Alarcon.Pada susunan pemain, Barcelona tidak menurunkan kapten Andres Iniesta sejak menit pertama. Sebagai gantinya, ada Ivan Rakitic ditemani Andre Gomes di lini tengah. Formasi 4-3-3 tetap dipraktikkan Enrique pada laga ini.

Barca Minim Kreativitas di Lini Tengah

Secara penguasaan bola, Barcelona memang unggul dari Real Madrid. Sepanjang pertandingan, Barcelona lebih sering memainkan bola ketimbang Real Madrid. Di akhir pertandingan, Barcelona unggul penguasaan bola sebesar 55% berbanding 45%.

Namun jika berbicara peluang, Real Madrid yang mengandalkan serangan balik justru lebih sering mengancam lini pertahanan Barcelona pada laga ini. Pada 45 menit pertama, ketika Real Madrid berhasil melancarkan tujuh tembakan, Barca baru mencetak empat tembakan saja.

Padahal lini tengah Real Madrid seringkali lengah pada laga ini. Barcelona pun sering memanfaatkan celah yang ada di trio gelandang Real Madrid untuk menciptakan peluang. Tapi minimnya kreativitas, meski ada Rakitic dan Gomes, membuat trio MSN (Lionel Messi-Luis Suarez-Neymar) tak mendapatkan peluang yang cukup terbuka.

Perubahan baru terjadi setelah Enrique memasukkan Iniesta (menggantikan Rakitic) pada menit ke-60. Serangan tengah Barcelona lebih berbahaya. Celah di lini tengah Real Madrid begitu dimanfaatkan Barcelona setelah Iniesta masuk.

Kehadiran Iniesta begitu terasa dengan umpan-umpan membahayakan yang ia ciptakan. Pada babak pertama, hanya tiga umpan kunci yang dilepaskan Barcelona. Tapi pada babak kedua, tercatat lima umpan kunci dengan Iniesta menyumbang dua umpan kunci, tak seperti Rakitic yang gagal menciptakan umpan kunci pada laga ini.Lini tengah Real Madrid tampak tidak bermain sebagai kesatuan ketika bertahan. Pada situasi di atas, misalnya. Pada gambar atas Luka Modric berusaha merebut bola dari Sergio Busquets namun pemain lain tak menjaga area di belakang Modric sehingga Andre Gomes menguasai bola dan menciptakan peluang bagi Barcelona. Pada gambar bawah, giliran Casemiro (menggantikan Isco) yang bekerja sendirian saat hendak menyergap Busquets, Modric dan Kovacic tak mengantisipasi Gomes yang menerima bola.

Hanya saja setelah Iniesta masuk, lini depan Barca kerap menyia-nyiakan peluang. Messi dan Neymar, misalnya, mendapatkan peluang terbuka. Namun eksekusinya justru melenceng. Umpan-umpan matang Iniesta pun tersia-siakan pada laga ini.

Umpan-Umpan Silang Real Madrid yang Baru Bisa Dimanfaatkan Sergio Ramos

Absennya Gareth Bale pada laga ini cukup terasa bagi lini serang Real Madrid. Serangan balik Real Madrid lebih banyak memanfaatkan sisi kiri, dengan adanya Marcelo dan Cristiano Ronaldo. Di sisi kanan lebih membahayakan ketika Dani Carvajal membantu Lucas Vazquez.

Ronaldo juga terlihat berjuang sendirian pada laga ini. Ia harus memperlihatkan aksi-aksi individunya untuk menaklukkan lini pertahanan Barcelona. Dalam situasi serangan balik yang diandalkan Real Madrid, lini kedua Real Madrid memang tak berfungsi sebagai penyelesai akhir.

Dari gambar di atas juga terlihat Vazquez terlambat mengimbangi kecepatan Ronaldo dan Benzema saat melancarkan serangan balik. Padahal jika ada Bale di sana, penyerang asal Wales tersebut akan memberikan opsi ideal untuk menerima bola atau mengganggu penjagaan lawan.Situasi di atas menggambarkan tiga pemain Real Madrid harus menghadapi empat pemain Barcelona. Belum lagi Modric dan Benzema terlambat mendekati bola ataupun memasuki kotak penalti. Tak heran Ronaldo yang hendak disergap oleh dua pemain (Rakitic yang mendekati Pique), langsung melepaskan tembakan yang berhasil ditepis Marc-Andre Ter Stegen.

Mengatakan Ronaldo cukup bersusah-payah di laga ini memang tidak berlebihan. Selain Vazquez, Benzema pun dibuat mati kutu oleh lini pertahanan Barcelona. Hingga menit ke-77, sebelum digantikan Marcos Asensio, penyerang asal Prancis tersebut hanya mencetak satu tembakan saja. Padahal Vazquez dan Marcelo kerap memberikan umpan-umpan matang untuk para pemain yang berada di kotak penalti.

Hingga menit ke-80, Real Madrid tercatat melepaskan 25 umpan silang. Di akhir pertandingan, total 31 umpan silang dilepaskan skuat berjuluk Los Galacticos tersebut. Skema ini tak dilakukan oleh Barcelona yang hanya melepaskan 12 umpan silang saja.Umpan-umpan silang memang diupayakan menjadi cara Real Madrid mencetak gol. Meski ada Gerard Pique di lini pertahanan Barca, tapi karena tandemnya, Javier Mascherano, kerap kalah duel udara maka meningkatlah kans Real Madrid dalam mencetak gol.

Pergantian Benzema oleh Marcos Asensio membuat Ronaldo dipindahkan sebagai penyerang tengah di 15 menit terakhir pertandingan. Strategi umpan silang pun mulai terkoneksi. Ronaldo nyaris menaklukkan Ter Stegen setelah menerima umpan silang dari Marcelo. Namun, sundulannya berhasil diblok Alba.

Gol yang ditunggu-tunggu Real Madrid sendiri baru datang pada menit ke-3 injury time. Situasi gol tersebut sama seperti gol Suarez ke gawang Real Madrid. Jika Suarez menyambut tendangan bebas Neymar, Sergio Ramos menyambut tendangan bebas Modric.

Zidane tampaknya memang menyadari bahwa lini pertahanan Barcelona hanya bisa ditaklukkan lewat umpan-umpan silang dengan terus mengirimkan umpan silang sejak babak pertama. Namun, Benzema yang tampil kurang mengesankan menyebabkan umpan-umpan silang tersebut tersia-siakan.

Kesimpulan

Skor 1-1 ini tidak membuat bahagia kedua kesebelasan. Kedua belah pihak saling klaim bahwa kesebelasannya-lah yang layak menang. Bagi Barca, mereka menyia-nyiakan banyak peluang setelah Iniesta masuk. Sementara Real Madrid tergagalkan oleh lini serang yang juga sedang tumpul.

Real Madrid begitu berlubang di lini tengah, namun tak bisa dimanfaatkan Barcelona pada laga ini. Sementara itu Barcelona cukup rentan dalam duel-duel udara di mulut gawang, yang kemudian dimanfaatkan Ramos.

Skor 1-1, meski tak membahagiakan kedua kesebelasan, sebenarnya cukup menjadi hasil yang adil bagi kedua kesebelasan. Bagi Barcelona jelas menjadi kerugian karena hasil imbang ini membuat jarak mereka dengan Real Madrid yang menempati puncak klasemen sementara La Liga tetap berselisih dua kemenangan alias enam poin.

About PusatBola

Check Also

prediski laga la liga real madrid vs sevilla

Prediksi Laga La Liga Real Madrid vs Sevilla 15 Mei 2017

Prediksi Laga La Liga Real Madrid vs Sevilla : Raksasa La Liga, Real Madrid bertekad untuk …

contact agen bola
  1.     CS 1 -
  2.     CS 2 -
  3.     CS 3 -