Home / Serie A News / Mental Pemain Roma Menjadi Perhatian Spalletti
spaletti-roma

Mental Pemain Roma Menjadi Perhatian Spalletti

AS Roma membuang keunggulan dua gol hingga akhirnya berimbang 2-2 dengan Cagliari. Pelatih Roma Luciano Spalletti menilai timnya harus berbenah secara mental.

Roma sempat unggul dua gol lebih dulu ketika bertandang ke Sant’Elia, Senin (29/8/2016) dinihari WIB. Penalti Diego Perotti pada menit keenam dan sepakan Kevin Strootman di menit ke-46 membawa Giallorossi tampak akan menang dengan meyakinkan.

Namun kemudian Roma lengah. Setelah dibobol Marco Borriello pada menit ke-56, mereka lantas kecolongan lagi di penghujung laga tepatnya pada menit ke-87 oleh Marco Sau.

Lemahnya konsentrasi jadi satu hal yang disoroti Spalletti. Nyatanya gol terakhir Cagliari merupakan buah dari kesalahan Alessandro Florenzi dalam mengumpan. Alih-alih melakukan tindakan pengamanan, Florenzi malah mengoper ke depan kotak penalti dan berujung gol.

“Ini semua tergantung pada sikap kami di situasi-situasi tertentu. Kalau kami bermain dengan cara seperti pada periode-periode tertentu di laga malam ini, kami akan punya banyak pekan sulit,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.

“Performa malam ini membuktikan kami perlu menemukan keseimbangan psikologi dan menciptakan lebih banyak fokus dalam pikiran kami untuk mencapai target-target. Kami seharusnya bisa mengontrol pertandingan seperti ini ketika unggul 2-0. Tapi pada tanda pertama adanya kesulitan, kami tidak tahan,” imbuhnya seperti dikutip Football Italia.

Hasil ini hanya berselang lima hari dari kekalahan memalukan 0-3 dari Porto di leg kedua play-off Liga Champions. Roma yang seharusnya cuma perlu hasil imbang 0-0 untuk lolos, bermain gegabah hingga mendapatkan dua kartu merah langsung dan akhirnya kalah telak dan tergusur ke Liga Europa.

Spalletti tak menampik bahwa dirinya punya tugas untuk memperkuat mental para pemain Roma. Dia berharap skuatnya bisa segera bangkit mengingat ini baru di awal musim dan perjalanan masih panjang.

“Kami kekurangan karakter di Roma dan butuh lebih dari sekadar teknik untuk mengisi ruang itu. Kami sudah mencoba menang hari ini, tapi pada saat ini hal itu tak berhasil. Saya tak bisa menjelaskan kenapa kami tidak mencoba mematikan laga lebih cepat,” ujarnya.

“Kalau kami tidak bereaksi terhadap hal-hal semacam ini, sulit untuk melihat target-target apa yang bisa kami raih. Kami bahkan sudah selesai sebelum memulainya,” tandas pria 57 tahun ini.

Dengan hasil imbang itu, Roma kini mengoleksi nilai empat dari dua pertandingan. Mereka sementara ada di peringkat lima klasemen Serie A.

About PusatBola

Check Also

download

Disebut-sebut Jadi Calon Pelatih Italia, Mancini: Saya Bahagia di Zenit

Roberto Mancini masih belum berpikir soal mengambil alih posisi pelatih di tim nasional Italia. Mancini …

contact agen bola
  1.     CS 1 -
  2.     CS 2 -
  3.     CS 3 -