Home / Serie A News / Tekanan Besar Membuat Milan Bermain Lebih Efektif
milan

Tekanan Besar Membuat Milan Bermain Lebih Efektif

SS Lazio gagal menyelesaikan ambisinya untuk mengalahkan AC Milan di Stadion Olimpico, Selasa (14/2/2017) dinihari WIB. Tamunya itu justru berhasil mencuri poin atas skor 1-1 yang mengakhiri pertandingan. Lazio pasti kecewa pada hasil tersebut karena sempat unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Lucas Biglia pada menit 45. Namun Milan berhasil menyamakan kedudukan pada menit 84 melalui sepakan Suso.

Skor 1-1 itu membuyarkan dendam Lazio yang dikalahkan Milan pada putaran pertama Serie A musim ini. Padahal pada laga ini dijalani Milan dengan pincang karena tujuh pemainnya cedera dan dua lainnya menjalani hukuman kartu.

Situasi itu berbeda dengan Lazio yang bisa tampil dengan kekuatan penuh. Cederanya Cristiano Lombardi pun sudah pulih dan bisa dimainkan pada babak kedua. Walau di sisi lain, Federico Marchetti tidak jadi diturunkan karena mendapatkan cedera ketika pemanasan. Hal itu membuat posisi penjaga gawang diserahkan kepada Thomas Strakosha. Tapi kiper penggantinya itu gagal menjawab kepercayaan pelatihnya, Simone Inzaghi. Sebab ia kalah efektif ketika menjaga gawang dibandingkan kiper lawannya, Gianluigi Donnarumma. Kegemilangan Donnarumma pun dianggap sebagai salah satu alasan Lazio gagal mencetak lebih dari satu gol pada laga ini.

Tekanan yang Membuat AC Milan Lebih Efektif Mengimbangi SS Lazio

Pressing Agresif Buka Efektivitas AC Milan

Permainan Milan cukup mengejutkan pada laga kali ini. Awalnya, kepincangan skuat mereka diprediksi akan membuat permainan mereka cenderung bertahan menggunakan garis pertahan rendah. Tapi tidak nyatanya. Penempatan Leonel Vangioni sebagai full-back defensive di sisi kiri memang benar memeragakan tugasnya. Ia diplot bermain bertahan dan jarang naik membantu serangan. Upaya-upayanya ketika membangun serangan adalah mengirimkan umpan jauh. Tapi upayanya itu tidak dilakukan dari sepertiga akhir pertahanannya saja, melainkan terkadang dilepaskan dari setengah lapangan. Hal itu tidak lepas dari pertahanan Milan yang menerapkan garis tinggi.

Pertahanan setinggi itu merupakan dampak Milan yang terus melancarkan pressing agresif di wilayah Lazio sejak pertandingan dimulai. Pemain tengah dan depan Milan tampak bertumpuk di wilayah Lazio karena perubahan formasi menjadi 3-4-3. Vangioni bersama Cristian Zapata dan Gustavo Gomez menjadi tiga bek dengan garis tinggi. Sementara Ignazio Abate yang menjadi full-back lebih naik ke atas membantu tiga pemain tengah Milan. Abate menjaga jaraknya dengan Balde Keita yang menjadi winger kiri Lazio. Sementara Mario Pasalic bergerak lebar ke kiri untuk melindungi Vangioni dari ancaman Felipe Anderson.

Melalui perubahan taktik itu memperlihatkan bahwa Vincenzo Montella, Pelatih Milan, ingin mendapatkan bola secepat mungkin di lini tengah. Manuel Locatelli dan Andrea Poli sebagai gelandang tengah selalu bergerak untuk berusaha merebut bola dari poros ganda Lazio, Lucas Biglia dan Marco Parolo. Upaya Locatelli dan Poli juga dimaksudkan agar Lazio tidak bisa mengalirkan bola kepada kedua sayapnya yang dijadikan kecenderungan serangan. Sementara Gerard Deulofeu, Lucas Ocampos dan Suso, melancarkan tekanan ke lini belakang.

Kedua winger milan berupaya menganggu Lazio yang mencoba mengawali serangan dari kedua bek sayapnya. Di sisi lain, sering terjadi adanya pertukaran posisi antara Deulofeu sebagai penyerang tengah dan Ocampos di posisi sayap kiri. Salah satu yang berada di tengah akan melancarkan tekanan kepada bek tengah atau kiper Lazio. Secara keseluruhan, tekanan yang dilancarkan di wilayah Lazio itu dilakukan secara cepat. Namun cukup menguras energi para pemain kesebelasan berjuluk I Rossoneri tersebut. Hal itu terlihat dengan menurunnya kecepatan pressing agresif Milan pada babak kedua.

Tapi Montella menyiasatinya dengan melakukan beberapa pergantian pemain. Pergantian pertama dilakukan dengan memasukan Jose Sosa dan menarik keluar Locatelli. Begitu pun dengan masuknya Gianluca Lapadula dan Matias Fernandez. Montella berharap pergantian itu tetap mempertahankan pressing agresif yang dilancarkan Milan di wilayah Lazio. Keputusannya itu memang terbukti. Gol balasan yang dicetak Suso berawal dari pressing agresif Sosa yang dilancarkan kepada Sergej Milinkovic-Savic. Percobaan tekel Sosa memang gagal. Namun Sergej yang melakukan kesalahan individual harus kehilangan bolanya.

Kemudian Sosa berhasil mengambil kembali bola tersebut dan dijadikan kerjasama yang apik dengan Suso dan Fernandez. Suso pun menjadi orang terakhir yang menguasai bola hasil kerja sama tersebut. Akibat ketenangannya dalam penguasaan bola, apalagi bek Lazio sabar dalam merebut bola, Suso mencoba menembak bola ke arah gawang lawannya itu dan berhasil menjadi gol penyama kedudukan.

Tekanan yang Membuat Milan Lebih Efektif Mengimbangi LazioGrafis tekel AC Milan selama pertandingan melawan SS Lazio. Sumber: Squawka.

Inkonsistensi Sayap Kiri AC Milan Ketika Membantu Pertahanan

Penalti yang didapatkan Lazio tidak lepas dari mampunya kedua winger mereka melepaskan umpan-umpan silang datar dan terobosan ke dalam kotak penalti Milan. Tembusnya upaya-upaya pemain Lazio itu tidak lepas dari adanya celah di sisi pertahanan Milan, terutama area yang dijaga Vangioni. Area tersebut dijadikan kecenderungan serangan Lazio karena mengandalkan kelincahan Anderson. Vangioni sendiri beberapa kali direpotkan oleh kecepatan dan kelincahan Anderson. Bahkan Vangioni dikecoh empat kali oleh dribel sukses winger asal Brasil tersebut. Anderson pun semakin leluasa bergerak ketika ia sudah memenangkan kecepatan dengan Pasalic sehingga tinggal berhadapan dengan Vangioni. Keadaan juga diperaparah karena winger kiri Milan jarang turun membantu pertahanan.

Selain itu, sistem winger kiri Milan ketika membantu pertahanan pun tidak menentu. Terkadang Deulofeu yang turun ke tengah, atau justru Ocampos. Hal itu tidak lepas dari pertukaran posisi mereka ketika berada di sepertiga akhir pertahanan Lazio. Namun kurangnya kontribusi mereka untu turun ke bawah membuat Anderson bisa melakukan kerja sama dengan Dusan Basta, full-back kanan, maupun Parolo yang bergerak melebar ke areanya. Pada pertengahan pertandingan, winger kiri Milan itu sempat beberapa kali turun. Namun aksi tersebut mulai jarang kelihatan lagi ketika babak kedua dimulai. Mengingat pada saat itu Milan sedang tertinggal 1-0.

Rasanya pertukaran Deulofeu dan Ocampos di antara winger kiri dan penyerang tengah false 9 cukup gagal. Kecenderungan menyerang melalui sisi kiri pun tidka terlalu intens karena Pasalic pun lebih sibuk membantu Vangioni bertahan. Justru serangan balik Milan sering dilakukan melalui sisi kanan yang diinisiasi Abate. Serangan balik Milan dilakukan dengan cara umpan-umpan pendek dan cepat. Terkadang, umpan-umpan panjang dilakukan guna mengantisipasi pressing ketat dari Lazio yang membayang-bayangi mereka dan hanya melakukan tekel di kala ada kesempatan. Tapi Milan beruntung karena fullback Lazio tidak terlalu agresif membantu serangan.

Hal itu membuat winger Lazio lebih sering menyerang sendirian dengan mengandalkan mobilitas Sergej atau Parolo ketimbang dengan bek sayapnya. Namun di sisi lain, kedua full-back Lazio membuat winger Milan kesulitan melepaskan umpan-umpan silang ke kotak penalti. Maka dari itulah trio lini depan Milan lebih sering melakukan tusukan ke dalam dan melepaskan tendangan jarak jauh. Stefan Radu bermain lebih bertahan ketimbang Basta karena harus menghadapi kecenderungan serangan balik Milan melalui Abate. Sementara Basta terkadang naik ke depan ketika winger kiri Milan lengah untuk membantu pertahanan.

Tekanan yang Membuat Milan Lebih Efektif Mengimbangi LazioGrafis umpan di sepertiga akhir pertahanan lawan. Baik AC Milan (kiri) maupun Lazio (kanan), sama-sama lebih efektif melalui sayap kanan. Sumber: Fourfourtwo.

Kegemilangan Gianluigi Donnarumma dan Tolok Ukur Efektifitas di Sepertiga Akhir

Seandainya tidak ada hukuman penalti, mungkin Milan bisa memenangkan pertandingan ini. Persepsi itu cukup mudah diambil karena penampilan gemilang Donnarumma. Sebanyak 10 kali penyelamatan dilakukan kiper 17 tahun tersebut. Jaminan keamanan yang paling kentara dibuatnya ketika melakukan penyelamatan ganda pada menit 10. Saat itu ia menepis tendangan jarak jauh Sergej, kemudian mementahkan tendangan Ciro Immobile dari dekat dalam satu momentum. Tapi gawang Donnarumma harus jebol terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Biglia. Sebanyak 10 penyelamatan itu dilakukan dari 23 upaya tembakan yang dicoba oleh Lazio.

Sementara serangan Milan sendiri cuma melakukan sembilan kali percobaan tembakan ke gawang Lazio. Tapi rasanya lebih efektif karena mampu mencetak satu gol melalui proses open play. Mungkin kefeektifan itu yang membuat Simone Inzaghi, Pelatih Lazio, akan sangat menyesali cedera mendadak Marchetti ketika sebelum pertandingan. Jika dari tayangan ulang, tiga penyelamatan yang dilakukan Strakosha pun dilakukan dalam situasi yang cukup mudah, yaitu lemahnya tendangan-tendangan para pemain Milan.

Bahkan gol yang dicetak Suso pun tergolong tendangan yang tidak telalu keras. Namun jarak pandang Strakosha karena terhalang empat bek Lazio yang mengawal Suso. Pertahanan Lazio memang bermain sabar untuk merebut bola dari lawan pada laga itu. Berbeda ketika bola berada di wilayah Milan yang membuat mereka melakukan pressing lebih ketat dan terkadang agresif. Di sisi lain, para pemain Lazio kerap terlalu terburu-buru menyelesaikan peluangnya di sepertiga akhir. Milan yang bermain empat atau lima bek dalam mode bertahan, membuat lini depan Lazio kerap melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh yang melenceng.

Kesimpulan

Montella membuktikan mampu mencuri poin dari lawan yang tangguh walau kondisi skuatnya sedang pincang. Alternatif taktik di dalam situasi skuatnya yang sedang menipis ini mampu memberikan perlawanan kepada kekuatan penuh dari Lazio. Sebab alternatif taktinya itulah yang membuat Lazio terburu-buru menyelesaikan peluangnya. Namun hal itu justru membuat Lazio buntu untuk mencetak gol melalui proses open play. Kebuntuan Lazio diperburuk dengan kegemilangan Donnarumma dalam menjaga gawangnya.

About PusatBola

Check Also

081079400_1511943469-gattuso

Komentar Gattuso Usai Gagal Meraih Kemenangan Bareng Ac Milan

Usai menggantikan Vincenzo Montella yang di pecat, Ac Milan langsung menunjuk Gannero Gattuso untuk mengambil …

contact agen bola
  1.     CS 1 -
  2.     CS 2 -
  3.     CS 3 -